News

Milanisti Indonesia

MERINDUKAN LIGA CHAMPIONS BAGI SANG PEMILIK TROPY TERBANYAK DI ITALIA

Categories: AC Milan


Oleh : Fajar Aprilian

Kompetisi Serie A telah memasuki giornata ke-30. Sejauh ini Juventus tetap kokoh dipuncak klasemen, diikuti Napoli, Inter Milan dan AC Milan secara berurutan diperingkat 2, 3, & 4. Menarik melihat papan klasemen sejauh ini, AC Milan berada diposisi 4 besar yang merupakan posisi untuk berhak mewakili Italia di kompetisi kasta tertinggi antar klub di daratan Eropa. Kompetisi ini terakhir diikuti oleh Milan tahun 2012 dan Milan adalah pengkoleksi tropy UCL terbanyak di Italia dengan 7 gelar atau terbanyak ke dua di Eropa setelah Real Madrid. Italia kembali memiliki 4 jatah untuk klub-klubnya bermain di UCL atas prestasi Juventus di UCL 5 tahun terakhir, setelah sebelumnya hanya boleh mengirimkan tiga wakilnya saja.

Performa AC Milan sebelum dua kekalahan terakhir memang menunjukkan hasil yang bagus, dari 12 pertandingan terakhir di Liga, mereka berhasil menang 7 kali, 3 kali hasil imbang dan 2 kekalahan dipertandingan terakhir melawan Inter Milan dan Sampdoria. Sebuah pencapaian yang sangat bagus, mengingat diawal hingga pertengahan musim performa mereka inkonsisten, bahkan desakan agar sang allenatore, Gennaro Gattuso mundur dari kursi pelatih pun banyak disuarakan para milanisti.

Performa klub berjuluk Il Rossoneri ini mulai menanjak sejak paruh musim kedua, tepatnya setelah mereka mendatangkan Lucas Paqueta dan Krzysztof Piatek sebagai rekrutan anyar. Dua pemain ini mempunyai andil besar dalam perubahan permainan Milan menjadi lebih baik. Piatek menjadi sosok yang penampilannya paling mentereng dengan torehan 9 gol dari 11 penampilannya disemua kompetisi bersama Milan, dan bisa menghantarkan klub kebanggaan kota Milan ini bertengker diperingkat 4 sebagai posisi terakhir untuk dapat berlaga di Champions League dengan capaian 14 kemenangan, 10 seri, dan 6 kali menelan Kekalahan dari 28 pertandingan dengan 52 poin yang dikumpulkan.

Masih ada 8 pertandingan sisa kompetisi Serie A, yang akan menjadi bagian penting bagi perjalan Milan musim ini. Bagian yang akan menjadi bagian penentu, apakah Milan bakal kembali berlaga di Champions League, atau malah kembali terlempar ke Europa League, atau bahkan lebih buruk lagi tak dapat berlaga dikompetisi Eropa musim depan. Kekalahan pada Derby dari Inter Milan  pastilah sangat pahit dan mungkin akan berdampak psikologis. Gattuso harus mampu menjaga mental bermain anak asuhnya agar Milan harus segera bangkit dari keterpurukan permainan di 5 pertandingan terakhir.


Posisi anak asuh Gennaro Ivan Gattuso ini di zona UCL belum sepenuhnya aman, masih ada AS Roma, Lazio, Atalanta yang menguntit dibawah mereka dengan selisih 3-4 point. Bahkan dengan 8 pertandingan sisa, mereka masih sangat mungkin terlempar dari slot Eropa karena tak terlalu memiliki poin yang jauh dari Torino dan Sampdoria.

Mari kita nantikan saja bagaimana perjalanan Milan di sisa kompetisi ini. Mampukah mereka bertahan diposisi yang sekarang sedang mereka tempati, atau bahkan mereka bisa memperbaikinya dengan naik ke peringkat 2 dan 3 yang berjarak tak lebih dari 10 poin untuk dapat kembali melihat Rossoneri berlaga dikompetisi tertinggi antar klub-klub Eropa, atau malah yang terburuk mereka kembali hanya mampu berlaga di Europa League atau justru malah vakum sejenak dari kompetisi Internasional. Dari 8 pertandingan sisa, Milan hanya akan menjadi tim tuan rumah sebanyak 4 kali, sisanya mereka harus bertandang ke markas lawan, salah satunya ke Juventus Stadium markas klub besar Serie A lainnya, Juventus, minggu ini.

 

· Hasil karya tulis menjadi hak dan tanggung jawab penulis apabila ada kesamaan penulisan.

FAJAR APRILIAN

IG : aprilian1996

TW : fajar_april14

Author: Adhyaksa Bara