News

Semua yang Berkaitan dengan Rencana Pembangunan Stadion AC Milan

Categories: AC Milan

Oleh: Rizal FF (@zaalfaris) of @DiavoloNews

Sejak bulan Desember 2018 rencana Milan untuk membangun stadion baru agar terlepas dari campur tangan pemerintah kota Milano semakin matang. Rencana pembangunan stadion ini cukup unik, karena Milan mengajak Inter untuk membangun stadion bersama dan meninggalkan San Siro. Rencana ini dikeluarkan oleh CEO Milan, Ivan Gazidis dengan koordinasi bersama Presiden Paolo Scaroni. Awalnya ada rencana jika kedua klub akan merenovasi besar San Siro ketimbang membuat stadion baru. Tetapi akhirnya Milan memutuskan untuk membangun stadion baru karena alasan finansial yang akan lebih menguntungkan. Ya, karena dengan membangun stadion sendiri maka Milan akan mendapat pemasukkan yang tak akan dibagi dengan pemerintah kota. Milan dan Inter butuh dana €15jt untuk sewa San Siro kepada Pemerintah Kota setiap tahunnya. Maka Milan hanya mengantongi sekian persen pendapatan bersih dari total pertandingan kandang di setiap musimnya. Dengan adanya rencana ini, timbul beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan fans terkait stadion ini. Berikut adalah pembahasannya;

1. Bagaimana rincian stadion baru Milan nantinya? Terkait kapasitas, lokasi, rencana perampungan, dan biaya taksiran
Jawab: Milan dan Inter baru akan menunjukkan proposal final terkait rencana stadion ini di akhir Bulan April 2019. Berdasarkan data yang muncul dari media, stadion ini akan berkapasitas sebanyak 60.000 penonton, lokasi stadion baru ini akan tepat berada di sebelah kiri stadion San Siro yang saat ini merupakan area lahan parkir.

2. Kenapa kapasitas stadion baru lebih kecil dari San Siro?
Jawab: Memang idealnya klub sebesar Milan dan Inter jika mempunyai stadion berkapasitas besar akan sangat menguntungkan. Tapi, kapasitas tersebut diperkecil karena alasan keamanan.

3. Apakah stadion baru nanti akan hasilkan profit yang lebih besar dari San Siro? Mengingat kapasitasnya bakal lebih kecil.
Jawab: Tentu, kita bandingkan dengan pendapatan Juventus dari Allianz Stadium di musim 2017/18. Juventus raih pemasukkan dari total laga kandang musim 2017-18 sebesar €51.2jt. Dengan rataan setiap laga kandang mereka dipenuhi 36.510 penonton dari kapasitas total stadion 41.507 kursi. Dengan harga tiket termurah €75 – €200.

Kita bandingkan dengan Milan yang mempunyai kapasitas dan rataan penonton lebih banyak. Milan raih total pemasukkan dari laga kandang di musim 2017-18 sebesar €36.9jt. Dengan rataan setiap laga kandang mereka dipenuhi 51.472 penonton dari total kapasitas 80.018 kursi. Dengan harga tiket dari €25-€160. Harga tiket Milan pastinya lebih rendah dari Juve karena faktor stadion itu sendiri. San Siro yang sudah kuno tak bisa disandingkan dengan Allianz Stadium yang lebih modern. Harga tiket terendah San Siro tersebut adalah sektor 3 paling atas di belakang gawang, yang mana itu sangat jarang diisi.

Belum lagi Milan yang harus memotong pendapatan mereka dari stadion untuk bayar sewa ke pemerintah kota yang mencapai €15jt per musimnya. Praktis, Milan terus ingin membangun stadion sendiri agar pemasukkan lebih besar.
Dengan melihat perbandingan diatas, maka dapat dikatakan jika Juventus unggul telak dari sektor pendapatan stadion meski mereka punya rataan penonton yang jauh lebih sedikit. Maka jika Milan ingin mencontoh raihan Juve, maka Milan wajib punya stadion sendiri. Pendapatan stadion bukanlah yang terbesar dari aspek lainnya, tetapi punya stadion sendiri yang modern maka itu berpotensi mengundang banyak pemasukkan. Fans akan lebih antusias, daya tarik meningkat, dan sponsor pun bisa berdatangan.

4. Kenapa sampai saat ini walikota Milano seperti tak menyetujui ide pembangunan stadion baru untuk Milan dan Inter?
Jawab: Dari apa yang diamati penulis terkait keputusan walikota, ini belum dapat disimpulkan secara jelas. Pertama, Milan dan Inter belum berikan proposal resmi soal stadion kepada pemerintah. Kedua, ini baru sebatas wawancara Walikota Milan dengan media, kita belum mendapat informasi apakah sudah ada pertemuan resmi terkait klub dengan pemkot. Pemkot sangat ingin kedua klub tetap di San Siro dengan melakukan perombakkan besar, dengan begitu, San Siro yang punya historis besar akan tetap lestari. Untuk alasan pemkot tak ingin kedua klub hengkang karena alasan pendapatan, itu tak dapat penulis sampaikan. Tapi, adanya kabar bahwa walikota menyetujui stadion baru asalkan tetap milik pemkot adalah indikasi jika ada hal yang pantas dicurigai jika hal ini menyasar pada pendapatan.

5. Kenapa Milan selalu dipersulit oleh izin pemkot terkait stadion baru?
Jawab: Tidak juga. Di tahun 2015 Milan sudah mendapat izin dari Walikota terdahulu yaitu Giuliano Pisapia untuk membangun stadion di area Fondazione Fiera. Tapi saat itu sang pemilik lahan tak mau untuk memberikan pengelolaan total area mereka kepada Milan, Milan dan pemilik lahan tak temui kesepakatan harga karena masalah itu.
Di tahun 2016, Walikota Giuseppe Sala mulai menjabat. Dari masa inilah rencana membangun stadion baru seperti tak akan terealisasi.

6. Bisakah bangun stadion baru di luar area kota Milano agar terhindar dari Walikota Giuseppe Sala?
Jawab: Bisa. Salah satu kotanya yaitu Pavia, tepat di sebelah selatan kota Milan. Tapi tentunya jika pindah kota maka akan mengurangi daya tarik stadion itu sendiri, karena kita tahu jika Milano adalah pusat kota modenya Italia, dan letak San Siro berada di jantung kota dekat Piazza Duomo. Maka dari itu Milan selalu berencana membangun stadion tak jauh dari San Siro untuk tetap berada di wilayah yang strategis, saat itu pernah ada rencana untuk membangun di San Giovanni, yang letaknya di sebelah utara San Siro.

7. Kenapa Milan bersikukuh tak ingin tinggal di San Siro dan kenapa harus bersama Inter?
Jawab: Alasannya adalah Milan ingin lepas dari pemkot dan maju secara mandiri. Dengan selalu membayar sewa, maka pendapatan Milan akan selalu dipotong. Milan lewat Scaroni mengkonfirmasi jika membangun stadion bersama Inter adalah solusi ideal karena mereka bisa menghemat biaya pembangunan dengan tidak mengurangi pendapatan itu sendiri.

8. Kenapa tak akuisisi saja dan renovasi besar San Siro?
Jawab: Pertama, San Siro tak bisa dengan mudah diakuisisi karena kepemilikan yang melibatkan pemerintah, rumit. Kedua, Milan telah memperhitungkan selama 4 bulan terakhir ini jika bangun stadion baru akan lebih efisien. Kenapa? Merenovasi San Siro tak bisa kecil-kecilan tapi harus total jika ingin stadion yang modern, Milan harus mengurangi kapasitas stadion, Milan harus mengungsi ke kota lain selama San Siro direnovasi, yang mana itu telah Milan perhitungkan bahwa biayanya lebih besar ketimbang bangun stadion baru. Dengan membangun stadion baru, Milan akan tetap pakai San Siro, biaya sewa masih rasional ketimbang beberapa alasan tadi. Belum lagi soal kepemilikan yang masih akan milik pemerintah jika merenovasi San Siro.

9. Dengan biaya besar yang disebutkan tadi, apakah itu masuk ke neraca keuangan?
Jawab: Tentu. Setiap pengeluaran dan pemasukkan sebuah klub harus ada di neraca keuangan maupun laporan laba rugi klub. Tetapi, biaya €300jt itu tak akan masuk sekaligus ke dalam laporan, karena hal itu akan membuat laporan minus besar. Caranya?
Penghitungan biaya selama stadion dibangun itu biasa disebut construction in proggress dimana itu adalah sebuah pencatatan di dalam neraca keuangan. Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh Milan selama proses pembangunan setiap tahunnya akan dicatat. Contoh, Milan butuh €100jt untuk beli semen, pasir, dll di tahun pertama, lalu tahun kedua habiskan biaya €150jt untuk biaya kursi, lampu, dll. Maka semua pengeluaran tersebut dicatat oleh Milan ke dalam neraca keuangan, tetapi tidak akan masuk ke laporan laba rugi klub selama stadion belum rampung.
Jika nantinya stadion tersebut rampung, dan habiskan total biaya sebesar €300jt (sesuai alokasi), maka nominal tersebut dicatat di laporan keuangan. Tapi, jumlah tersebut tidak sekaligus dicatat dalam satu tahun laporan laba rugi. Melainkan Milan bakal melakukan proses pencatatan yang disebut biaya depresiasi. Dimana Milan akan membagi 300 juta tersebut kedalam beberapa tahun laporan laba rugi klub. Jumlah tahun didapat dari masa ekonomis bangunan, biasanya sebuah masa ekonomis bangunan itu berlangsung selama 20 tahun. Jadi, total biaya 300 juta tersebut akan dibagi ke dalam 20 laporan laba rugi dalam 20 tahunnya.
Jika melihat penghitungan diatas, maka Milan akan catat €15jt di setiap laporan laba rugi per tahunnya. Milan bisa mencatat €15jt tersebut sebagai biaya pembangunan stadion, dengan rincian misalkan Milan beli kursi penonton seharga €15jt tersebut. Begitulah terus setiap tahunnya selama 20 tahun pasca stadion rampung.
Itulah gambaran soal pencatatan laporan keuangan Milan (dan Inter) jika nantinya mereka resmi membangun stadion baru.

10. Apakah biaya pembangunan stadion akan mempengaruhi FFP?
Jawab: Di pertanyaan nomor 9 sudah dirincikan bagaimana penghitungan neraca/laporan keuangan Milan jika nantinya resmi membangun stadion. Lalu apakah akan mempengaruhi Financial Fair Play dari UEFA? Jawabannya tidak.
UEFA tak akan menghitung sebuah pengeluaran klub jika itu untuk sebuah pengembangan infrastruktur, akademi, atau fasilitas klub lainnya. Untuk pengeluaran, yang dihitung UEFA lebih bersifat kepada tim, seperti rekrut pemain, gaji pemain beserta semua staff pelatih dan amortisasinya, dan biaya operasional tim. Sementara untuk pemasukkan, UEFA menghitung pendapatan Milan dari jual pemain, pertandingan/stadion, komersil (sponsor, stadium tour, dll), dan hak siar.
Contoh: Dalam satu musim katakanlah Milan keluarkan biaya €250jt sudah termasuk biaya pembangunan stadion, dan raih pendapatan €300jt. Jika dihitung, maka profit Milan sebesar €50jt. Tapi dari €250jt diatas, ada €15jt untuk stadion. Maka UEFA menganggap profit Milan sebesar €65jt.
KESIMPULAN:
Dengan rencana Milan membangun stadion bersama Inter, tujuan mereka adalah ingin maju dan lepas dari ikatan pemkot. Dengan memiliki stadion sendiri, kedua klub akan punya pendapatan yang jauh lebih menguntungkan karena, dengan stadion yang modern, itu akan membuat daya tarik bagi fans dan turis. Potensi membesarnya pendapatan klub juga sangat besar karena jika stadion modern, penuh, lalu punya daya tarik, maka sponsor akan datang yang mana itu adalah potensi tak hingga yang bisa didapat oleh klub. Stadion baru bukan hanya bicara pendapatan dari setiap laga, tapi dengan infrastruktur pendukung lainnyalah yang membuat hal ini wajib dimiliki oleh Milan. San Siro terlalu usang untuk terus dipakai, dan merenovasi besar San Siro bukan hal terbaik secara ekonomi, setidaknya itu yang dikatakan Milan beserta konsultannya.
Yakinilah jika proyek ambisius Milan ini akan sukses kedepannya, keputusan Milan membangun stadion bersama Inter bukan hal yang dipikirkan dalam satu malam. Tapi melewati berbulan-bulan masa konsultasi dan perhitungan matang. Ivan Gazidis sudah berkeliling negara untuk lakukan studi banding dengan stadion-stadion modern di dunia. Met Life Stadium, Emirates Stadium adalah contoh stadion yang dikunjungi Ivan Gazidis dan stadion tersebut hasilkan profit besar.
Maka, kita dukung penuh keputusan klub ini dan singkirkan sebuah ego fanatisme yang tak setuju karena bakal dibangunnya stadion milik bersama. Karena sebuah ego semata tak akan membuat Milan memperbaiki masa kelamnya.
FORZA MILAN!!

Referensi:
– acmilan.com
– juventus.com
– Deloitte Football Money League
– Repubblica
– Gazzetta Dello Sport
– Corriere della Sera
– ‘Aspek Finansial Jika Milan Tinggalkan San Siro’ oleh @aditchenko

Author: Adhyaksa Bara

Leave a Reply